Sidoarjo, IntelijenSiberNews.my.id -- 30 November 2024 Warga Desa Njedongnukuh, Kecamatan Urang Agung, Sidoarjo, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari limbah kotoran ternak sapi dan limbah manusia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, limbah tersebut masuk ke aliran sungai yang kemudian mencemari sumur-sumur milik warga sekitar.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, selain limbah kotoran sapi, ada dugaan bahwa limbah hasil sedot WC dari pemilik ternak—yang juga menjalankan usaha jasa sedot WC—dibuang langsung ke sungai dekat permukiman. Limbah ini kemudian mengalir dan mencemari sumur-sumur warga yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air sumur kami sekarang baunya tidak sedap, kadang berwarna keruh. Kami khawatir dampaknya terhadap kesehatan keluarga,” ujar seorang warga yang terdampak.
Kondisi ini menimbulkan keresahan besar di tengah masyarakat, mengingat sumur merupakan sumber air utama bagi kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, dan mandi. Jika pencemaran terus terjadi tanpa tindakan serius, risiko penyakit akibat air tercemar, seperti diare dan infeksi kulit, dikhawatirkan akan meningkat.
Warga meminta perhatian dari pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti persoalan ini. Selain itu, mereka juga berharap agar pelaku yang terbukti melakukan pembuangan limbah sembarangan dapat ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Kami hanya ingin hidup sehat dengan air yang bersih. Kalau ini dibiarkan, bagaimana nasib generasi berikutnya?" keluh warga lainnya.
Upaya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemilik ternak menjadi kunci penting dalam mengatasi permasalahan ini demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan warga sekitar.
Editor : Adytia Damar


