SURABAYA, IntelijenSiberNews.com - Perkembangan terbaru dalam proses klarifikasi dan konfirmasi kasus hilangnya sepeda motor di basement Gedung Diagnostic Center (GDC) RSUD Dr Soetomo menunjukkan adanya sikap yang dinilai tidak kooperatif dari pihak pengelola baru. Rabu, 15 April 2026
Korban dan pihak terkait sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan pengelola lama dan menemukan titik terang untuk penyelesaian secara musyawarah. Namun, setelah terjadi pergantian pengelolaan, proses tersebut justru mengalami hambatan. Pengelola baru terkesan tidak mengambil alih tanggung jawab, bahkan cenderung melempar kembali persoalan kepada pihak sebelumnya.
Sikap ini dinilai sebagai bentuk lepas tangan terhadap persoalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab berkelanjutan dalam sistem pengelolaan parkir di lingkungan RSUD Dr Soetomo.
Akibat kondisi tersebut, pihak korban menyatakan akan menempuh langkah lanjutan berupa upaya konfirmasi secara resmi kepada manajemen rumah sakit dan pihak-pihak terkait. Langkah ini diambil guna mendapatkan kejelasan atas status penyelesaian kasus, sekaligus mendorong adanya tanggung jawab yang tegas dari pengelola yang saat ini beroperasi.
“Kami akan terus melakukan konfirmasi lanjutan sampai ada kejelasan. Tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa kepastian,” Kata perwakilan pihak korban.
Hingga kini, belum ada forum terbuka yang mempertemukan seluruh pihak, baik pengelola lama, pengelola baru, maupun manajemen rumah sakit. Minimnya transparansi serta tidak adanya langkah konkret dari pengelola baru semakin memperkuat dugaan adanya persoalan dalam tata kelola dan tanggung jawab sistem parkir.
Korban mendesak agar manajemen RSUD Dr Soetomo segera mengambil sikap tegas, membuka ruang musyawarah, serta memastikan penyelesaian yang adil, transparan, dan akuntabel. Jika tidak segera ditindaklanjuti, kasus ini berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan fasilitas publik. ( Red/ Tim )
Editor : Badruz
